https://idtax.or.id/ Bisnis Bertumbuh, Pajak Menunggu: Saatnya Atur PPh 25 Anda Secara Tepat!
Lo baru buka bisnis? Duit udah mulai muter? Congrats, bos! Tapi jangan seneng dulu…
Welcome to the jungle of taxes, bruh. Di balik growth yang lo kejar, ada satu monster yang siap nyergap kalo lo ngelupain dia: PPh Pasal 25 alias angsuran pajak bulanan yang ngintilin lo sampai akhir tahun.
Let’s break it down—Gen Z style.
Pajak Nggak Bisa Diajak Main Petak Umpet
PPh 25 itu kayak cicilan pajak, bukan pajak dadakan kaya PPh 21 yang tiba-tiba motong gaji lo. Ini pajak yang lo bayarin tiap bulan based on proyeksi keuntungan lo setahun ke depan.
Nah, kelebihannya? Lo nggak perlu nunggu Desember buat nyetor pajak sekaligus. Lebih enteng kan? Tapiii… kalau lo telat bayar lewat dari tanggal 15 tiap bulan—denda 2% per bulan udah nungguin kayak mantan yang belum move on.
Atur Strategi PPh 25 = Bikin Hidup Lo Nggak Dikejar-kejar DJP
FYI, sejak ada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81 Tahun 2024 dan PER-11/PJ/2025, skema penghitungan PPh 25 makin kompleks buat entitas tertentu. Siapa aja tuh?
- Bank
- BUMN/BUMD
- Emiten (yang udah IPO)
- Asuransi, leasing, pensiun fund, dan geng-geng jasa keuangan lainnya
Mereka harus ngasih laporan ke DJP soal cara mereka ngitung angsuran PPh 25. Nggak asal itung dari laporan tahun lalu doang, bro. Harus pake laporan keuangan yang udah dicek OJK, approved sama RUPS, dll. Rame banget pokoknya.
Udah pusing? Tenang, makanya lo butuh Konsultan Pajak Jakarta buat bantuin. Gak cuma rapiin laporan, tapi juga nyelametin lo dari jebakan Batman administrasi pajak.
Deadlines yang Wajib Lo Tulis di Notes HP
- Bank – Lapor tiap bulan
- Perusahaan publik/non-bank – Lapor tiap kuartal
- BUMN/BUMD – Lapor setahun sekali
Semua itu harus disetor maksimal 20 hari setelah periode pelaporan berakhir. Ngelewatin? DJP dateng pake jurus surat cinta = SP2 = Surat Permintaan Penjelasan.
PPh 25 Versi UMKM & Startup Baru: Santai Tapi Nggak Lengah
Buat lo yang omset-nya masih di bawah Rp4,8 miliar per tahun, ada opsi tarif final 1% buat jasa konstruksi (baca: project-based income).
Tapi ingat ya, self-assessment system di Indonesia tuh kayak UTS tanpa pengawas. Lo disuruh hitung sendiri. Tapi kalau salah? Tetep disalahin. 💀
Jadi pastikan lo bener-bener ngerti:
- Gimana cara hitung PPh 25 dari SPT Tahunan sebelumnya
- Gimana ngitung koreksi fiskal dan akumulasi pajak terutang
- Gimana ngecek ada kurang bayar atau lebih bayar
Kalau ngasal? Siap-siap dikeroyok sama korektor: DJP.
PPh 25 = Masalah Finansial, Bukan Cuma Perpajakan
Karena dia sifatnya bulanan, ngatur cash flow itu penting. Jangan sampe:
- Lo kehabisan duit operasional gara-gara lupa anggarkan PPh 25
- Lo telat bayar dan kena denda
- Lo dicoret dari daftar patuh cuma karena lupa setor pajak Rp2 juta
Sekali nama lo masuk dalam radar tax non-compliance, good luck dapetin tender, proyek pemerintah, bahkan VC buat scale up. 😵
Makanya Butuh Konsultan Pajak yang Tau Medan
Contoh: Provisio Consulting & Pro Visioner Konsultindo, mereka udah bantu banyak perusahaan dari startup sampe konglomerasi buat:
- Nyusun cashflow + tax planning jangka panjang
- Hitung ulang PPh 25 sesuai skema legal yang berlaku
- Bikin simulasi angsuran sesuai target revenue lo
Bukan cuma itu, mereka juga bisa handle komunikasi sama DJP. Jadi kalau lo dipanggil audit, lo tinggal duduk manis—biar mereka yang turun ke medan.
Bonus: Tips Ngegas PPh 25 Biar Nggak Zonk
- Bikin simulasi revenue tahunan dari awal Q1
- Update laporan keuangan lo tiap kuartal
- Gunakan software akuntansi + integrasi pajak
- Konsultasi reguler ke konsultan pajak terpercaya
- Jangan nunda bayar PPh 25, lebih baik bayar lebih dikit daripada nunggak dan kena bunga
Akhir Kata: Pajak Nggak Harus Jadi Momok
Lo udah capek-capek scale up bisnis, punya karyawan, dapet omzet gede. Masa lo masih main aman soal pajak?
Sekarang saatnya PPh 25 lo ditangani secara pro. Jangan tunggu sampai disuratin DJP atau parahnya… disidang pajak.
Gasskeun, hubungi Konsultan Pajak Jakarta sekarang juga.
Karena bisnis lo boleh tumbuh liar, tapi pajak harus tetep rapi dan presisi.
🚀 “Grow the biz, tame the tax.”