https://idtax.or.id/ Pengertian, Tujuan, dan Jenis-jenis Dumping dalam Perdagangan Internasional , Sampai saat ini, banyak orang penasaran dengan istilah dumping yang kerap muncul dalam diskusi mengenai perdagangan internasional. Sederhananya, dumping adalah praktik perdagangan yang sudah ada sejak lama, dan meskipun sudah sering didengar, masih banyak yang belum memahami sepenuhnya apa itu dumping dan apa dampaknya terhadap dunia perdagangan. Untuk itu, yuk kita ulas lebih mendalam soal dumping!
Apa itu Dumping?
Dumping adalah istilah yang sering digunakan dalam perdagangan internasional untuk menggambarkan tindakan menjual barang di pasar luar negeri dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan harga di pasar domestik. Praktik ini umumnya dilakukan oleh negara atau perusahaan yang memiliki kelebihan stok produk yang harus segera dijual, namun harga yang sangat murah dapat merugikan pasar lokal negara tujuan ekspor.
Menurut berbagai ahli, dumping adalah bentuk persaingan tidak sehat dalam dunia perdagangan yang bisa merugikan ekonomi negara penerima. Beberapa pendapat ahli tentang dumping di antaranya:
- Muhammad Ashri menjelaskan bahwa dumping adalah sebuah persaingan yang bisa disebut sebagai kecurangan, bahkan sering kali dianggap sebagai bentuk diskriminasi harga antar negara.
- KBBI (W.J.S. Poerwadarminta) mendefinisikan dumping sebagai tindakan menjual barang ke luar negeri dengan harga lebih murah dibandingkan harga jual domestik.
- P. Yudha Pratama dan Rosita mengartikan dumping sebagai strategi ekonomi untuk menjual hasil produksi dengan harga rendah agar bisa menguasai pasar luar negeri.
Praktik Dumping di Indonesia
Indonesia secara tegas melarang praktik dumping lewat Undang-Undang No. 5 Tahun 1999 untuk menjaga persaingan pasar yang sehat. Kebijakan ini dibuat untuk mencegah kerugian ekonomi yang besar akibat praktik harga yang sangat rendah yang berpotensi merusak pasar domestik.
Menurut undang-undang, importir yang terlibat dalam dumping tidak boleh menetapkan harga semena-mena tanpa memperhatikan ketentuan yang ada. Hal ini untuk menjaga stabilitas harga barang di pasar lokal.
Jenis-Jenis Dumping
Dumping bisa dibagi menjadi beberapa jenis yang memiliki tujuan berbeda. Berikut adalah tiga jenis utama dumping yang perlu Anda tahu:
- Dumping Sporadis
Jenis ini dilakukan untuk mengatasi kelebihan kapasitas produksi dengan menjual produk secara murah. Misalnya, jika suatu perusahaan memiliki produk lebih yang tidak terjual di pasar domestik, mereka akan menjualnya ke pasar internasional dengan harga jauh lebih rendah. Hal ini membantu mereka untuk mengurangi kelebihan stok dan mendapatkan keuntungan. - Dumping Predatoris
Tujuan dari jenis dumping ini adalah untuk menyingkirkan pesaing dengan menetapkan harga yang lebih rendah sehingga pesaing akan rugi atau bahkan bangkrut. Setelah pesaingnya keluar dari pasar, perusahaan yang melakukan dumping bisa menaikkan harga produk mereka dan mendapatkan keuntungan lebih banyak. - Dumping Persisten
Pada jenis ini, perusahaan secara konsisten menjual produk mereka dengan harga lebih rendah dari harga pasar domestik. Tujuannya adalah untuk terus menguasai pangsa pasar di luar negeri dengan menawarkan harga yang jauh lebih murah daripada yang ada di pasar pengimpor.
baca juga
- bedanya apa sih pajak freelancer sama karyawan tetap?
- PPh Pasal 21 Untuk Karyawan Pindah Kerja
- Gaji di Bawah Rp10 Juta Bebas Pajak
- Perusahaan Pemungut PPN PPMSE Terbaru
- Bunga Pajak Naik-Turun, Kayak Mood Pas Akhir Bulan
Tujuan dan Dampak Dumping dalam Perdagangan Internasional
Tujuan dari dumping umumnya berfokus pada keuntungan yang lebih besar dan penguasaan pasar internasional, namun tentu saja ada beberapa risiko yang menyertainya. Berikut adalah beberapa tujuan utama dari praktik ini:
- Menghabiskan Stok Barang
Perusahaan yang memiliki kelebihan kapasitas produksi atau stok barang akan melakukan dumping untuk segera menghabiskan barang-barang tersebut. Dengan cara ini, mereka bisa menghindari kerugian dari stok yang tak terjual dan mendapatkan keuntungan meski harga jual lebih murah. - Membuat Perusahaan Lebih Unggul dari Kompetitor
Salah satu tujuan utama dari dumping adalah untuk mengalahkan kompetitor. Dengan menjual produk dengan harga lebih murah, perusahaan dapat merusak harga pasar dan memaksa kompetitor untuk keluar dari pasar. - Memperoleh Keuntungan Lebih Besar
Perusahaan bisa mendapatkan keuntungan besar dengan menjual produk mereka ke luar negeri dengan harga lebih rendah dari harga di negara asal. Dengan cara ini, mereka juga dapat mengendalikan pasar lebih luas dan mendapatkan lebih banyak pelanggan. - Memperluas Pangsa Pasar
Dengan harga yang lebih murah, produk bisa lebih mudah masuk ke pasar internasional. Hal ini membuat perusahaan memiliki pangsa pasar yang lebih luas dan meningkatkan permintaan untuk produk mereka.
Kelebihan dan Kekurangan Dumping dalam Perdagangan Internasional
Meskipun sering dianggap sebagai kecurangan, dumping juga memiliki beberapa keuntungan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangannya:
Kelebihan
- Membantu Negara yang Mengalami Krisis Pangan
Negara yang memiliki kelebihan stok produk bisa membantu negara lain yang mengalami krisis pangan dengan menjual barang tersebut dengan harga lebih murah, sehingga membantu mengatasi kelangkaan. - Menambah Pendapatan Devisa
Aktivitas dumping bisa meningkatkan pendapatan devisa negara eksportir karena produk mereka dibeli oleh pasar internasional dengan harga lebih murah. - Memperluas Pangsa Pasar
Dengan harga yang lebih murah, produk akan lebih banyak diminati, dan ini akan memperluas pangsa pasar internasional. - Memacu Inovasi
Dalam upaya untuk mengalahkan pesaing, perusahaan yang melakukan dumping mungkin terdorong untuk lebih inovatif agar tetap kompetitif di pasar internasional.
Kekurangan
- Menghancurkan Pasar Lokal
Harga murah akibat dumping dapat merusak pasar domestik dan menghancurkan usaha lokal karena tidak mampu bersaing dengan harga yang lebih rendah. - Merugikan Ekonomi Negara
Praktik ini bisa merugikan ekonomi negara pengimpor karena produk dalam negeri tidak dapat bersaing dengan barang-barang impor yang lebih murah.
Perbedaan antara Dumping dan Diskriminasi Harga
Banyak orang mengira dumping dan diskriminasi harga adalah hal yang sama. Padahal, keduanya sangat berbeda. Diskriminasi harga bisa terjadi di pasar domestik, sementara dumping hanya terjadi dalam perdagangan internasional. Diskriminasi harga terjadi ketika sebuah perusahaan menjual produk yang sama dengan harga yang berbeda untuk konsumen yang berbeda tanpa alasan yang jelas.
Sementara itu, dumping berfokus pada penguasaan pasar internasional dengan menjual barang lebih murah di luar negeri dibandingkan harga domestik.
Negara yang Sering Melakukan Dumping
Negara-negara besar seperti China, Jepang, dan Singapura sering kali dikaitkan dengan praktik dumping. Mereka melakukan ini untuk mengurangi kelebihan stok dan mendapatkan keuntungan dari pasar internasional.
Kesimpulan
Walaupun praktik dumping dapat menawarkan keuntungan dalam perdagangan internasional, hal ini tidak tanpa risiko. Negara-negara yang terlibat dalam dumping sering kali melibatkan kebijakan politik tertentu dan bisa merusak pasar lokal negara pengimpor. Oleh karena itu, penting bagi negara pengimpor untuk memiliki regulasi yang ketat untuk mengatasi praktik ini dan menjaga kestabilan ekonomi mereka.