https://idtax.or.id Apa Itu OPPT Pajak dan Wajib Pajak OPPT? Jadi, OPPT itu singkatan dari Orang Pribadi Pengusaha Tertentu, yang pada dasarnya berhubungan dengan pengusaha individu yang memiliki tempat usaha lebih dari satu atau yang lokasi tempat usahanya berbeda dengan domisili. So, apa sebenarnya OPPT pajak itu? Yuk, kita ulas lebih dalam!
1. Definisi Wajib Pajak OPPT Menurut UU PPh 7/1983 (diubah dengan UU No. 36 Tahun 2008)
Menurut Pasal 1 ayat 2 UU PPh No. 7/1983, Wajib Pajak OPPT itu adalah seorang pengusaha pribadi yang melakukan kegiatan usaha di bidang perdagangan dan memiliki lebih dari satu tempat usaha, atau tempat usaha yang lokasinya berbeda dengan alamat domisili si pengusaha. Jadi, di sini pengusaha yang punya usaha lebih dari satu lokasi masuk dalam kategori OPPT!
2. Definisi Wajib Pajak OPPT Menurut PMK 255/2008 (Regulasi Sudah Dicaput)
PMK No. 255/2008 dulu ngatur kalau OPPT itu adalah wajib pajak pribadi yang usaha dagangnya punya lebih dari satu tempat usaha, atau tempat usaha itu lokasinya beda dengan tempat tinggal si pengusaha.
3. Definisi Wajib Pajak OPPT Menurut PMK 208/2009 (Regulasi Sudah Dicaput)
PMK No. 208/2009 ngasih penjelasan kalau OPPT itu adalah pengusaha pedagang pengecer yang punya satu atau lebih tempat usaha.
4. Definisi Wajib Pajak OPPT Menurut PMK No. 215 Tahun 2018 (Regulasi Masih Berlaku)
Nah, yang paling update itu adalah PMK No. 215/2018. Menurut pasal 1 angka 4 PMK No. 215/2018, Wajib Pajak OPPT itu adalah wajib pajak pribadi yang melakukan kegiatan usaha perdagangan atau jasa (kecuali jasa yang terkait pekerjaan bebas) di satu atau lebih tempat yang lokasinya berbeda dari domisilinya.
Jadi, Wajib Pajak OPPT itu adalah pengusaha dengan kriteria-kriteria yang udah diatur dalam peraturan pajak. Makanya, kalau kamu masuk kategori ini, kamu wajib banget untuk tau tentang kewajiban perpajakan yang berlaku buat kamu!
Siapa Sih Wajib Pajak OPPT Itu?
Oke, jadi Wajib Pajak OPPT itu adalah orang pribadi pengusaha (WP OP) yang punya tempat usaha lebih dari satu atau tempat usaha yang lokasinya nggak sama dengan domisilinya. Misalnya gini: Tuan A punya usaha di Jakarta, tapi dia tinggal di Bandung. Jadi Tuan A masuk dalam kategori wajib pajak OPPT, kan?
Nah, kewajiban perpajakan untuk Wajib Pajak OPPT itu ada dua skema:
- Skema PPh Final 0,5% (buat yang omzetnya di bawah Rp4,8 miliar per tahun, yang umumnya UMKM)
- Skema Pajak Umum (PPh Pasal 25) buat yang lebih besar omzetnya.
Contoh Angsuran PPh Wajib Pajak OPPT:
Tuan A yang punya usaha di Jakarta, tapi tinggal di Bandung, harus bayar angsuran PPh 25 sesuai ketentuan pajak yang berlaku.
Dasar Hukum Perpajakan Wajib Pajak OPPT
Jadi, kalau kamu mau tahu lebih lanjut, OPPT itu diatur dalam beberapa regulasi. Berikut adalah dasar hukumnya:
- UU No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan (PPh)
- PMK No. 215/PMK.03/2018 tentang penghitungan angsuran PPh untuk Wajib Pajak OPPT
- PER-14/PJ/2019 tentang pencabutan peraturan mengenai PPh Pasal 25 OPPT
- PER-04/PJ/2020 tentang administrasi NPWP dan pengusaha kena pajak (PKP)
baca juga
- bedanya apa sih pajak freelancer sama karyawan tetap?
- PPh Pasal 21 Untuk Karyawan Pindah Kerja
- Gaji di Bawah Rp10 Juta Bebas Pajak
- Perusahaan Pemungut PPN PPMSE Terbaru
- Bunga Pajak Naik-Turun, Kayak Mood Pas Akhir Bulan
Ketentuan dan Cara Pembuatan OPPT NPWP
Jadi, kayak wajib pajak pada umumnya, OPPT juga harus punya NPWP. Berikut cara daftar NPWP OPPT:
- Fotokopi Kartu NPWP Orang Pribadi
- Isi dan kirim Formulir Pendaftaran Wajib Pajak
- Upload dokumen yang disyaratkan via aplikasi DJP
- Tunggu BPE dari DJP setelah pengajuan diterima
Penting nih, pemerintah juga udah menetapkan ketentuan terbaru soal NPWP, yang bisa dicek lebih lanjut di ketentuan terbaru yang mengatur NIK KTP jadi NPWP.
Berapa Angsuran Tarif Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu?
Nah, untuk tarif angsuran pajak bagi OPPT, itu sekitar 0,75% dari peredaran bruto (tergantung dari peraturan Menteri Keuangan). Jadi, kalau kamu punya usaha lebih dari satu lokasi, wajib banget tahu angsuran ini.
Ketentuan Pembayaran PPh Pasal 25 untuk OPPT
Dan, kalau angsuran pajakmu lebih besar atau lebih kecil, kamu harus segera menyetor atau mengoreksi untuk angsuran yang terutang di bulan-bulan berikutnya. Kalau telat, ya, ada sanksi administrasi sesuai UU KUP!
Jadi, buat kamu yang terdaftar sebagai Wajib Pajak OPPT, penting banget untuk ngikutin kewajiban pajak ini biar nggak kena denda dan masalah hukum.