Perusahaan Pemungut PPN PPMSE Terbaru

Tax ConsultantPerusahaan Pemungut PPN PPMSE Terbaru: Siapa Aja Nih yang Udah Masuk List & Gimana Cara Input Dokumennya?

Jujur aja ya, ngomongin pajak di dunia digital tuh udah kayak ngomongin skincare — semua orang pake, tapi gak semua orang tau kandungannya ngapain.
Sama halnya kayak PPN di dunia e-commerce dan digital business. Kita sering banget belanja, langganan, subscribe, tapi pernah gak sih lo mikir: “Ini pajaknya siapa yang bayar, siapa yang pungut, dan gimana sih cara laporinnya?”

Well, welcome to the rabbit hole yang namanya PPN PMSE alias Pajak Pertambahan Nilai atas Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.
Kedengeran ribet, tapi tenang, gue bantuin lo pecahin pelan-pelan.


1. Dunia Digital: Tempat Semua Transaksi Jadi Elektronik

Sekarang lo belanja baju di Shopee, langganan Netflix, beli plugin di Envato, atau top up game di Steam — semua itu termasuk dalam ekosistem PMSE (Perdagangan Melalui Sistem Elektronik).
Artinya, transaksi lo gak lewat toko fisik, tapi lewat sistem online.
Nah, pemerintah tuh ngelihat: “Wait, kalau semua transaksi udah pindah ke online, pajaknya juga harus ikut dong.”

Makanya, lahirlah skema PPN PMSE — biar transaksi digital, baik dari luar negeri maupun lokal, tetep kena pajak kayak transaksi offline.
Dan untuk ngurusin itu, dibentuklah aktor baru: PPMSE alias Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.
Ini basically adalah platform digital kayak Amazon, Google, Netflix, TikTok Shop, Apple, Meta, Shopee, Tokopedia — yang ditunjuk pemerintah buat memungut PPN langsung dari transaksi pengguna.


2. Bedain Dulu Nih: PMSE, PSE, dan PPMSE

Biar gak bingung sama singkatan-singkatan absurd, yuk bedah dulu:

  • PSE (Penyelenggara Sistem Elektronik) = semua entitas yang punya sistem digital, kayak website, app, atau platform.
  • PMSE (Perdagangan Melalui Sistem Elektronik) = semua transaksi jual-beli lewat internet.
  • PPMSE (Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik) = pihak yang menyediakan platform buat transaksi digital (kayak Shopee, Tokopedia, Google Play, Netflix, dll).

Simplenya gini:
Kalau lo beli langganan Netflix → Netflix tuh PPMSE.
Kalau lo download game di Steam → Steam juga PPMSE.
Kalau lo jualan lewat Tokopedia → Tokopedia yang jadi jembatan, alias PPMSE juga.


3. Gimana Cara Pemerintah Nentuin Siapa yang Jadi Pemungut Pajak?

Jadi gini, gak semua platform otomatis langsung bisa memungut PPN PMSE.
Pemerintah lewat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) punya syarat yang lumayan spesifik buat nentuin siapa aja yang bisa jadi “pemungut resmi”.

Ada dua indikator utama:

  1. Nilai transaksi lebih dari Rp600 juta setahun atau Rp50 juta per bulan.
  2. Jumlah traffic pengguna lebih dari 12.000 pengakses per tahun.

Kalau udah nyampe dua batasan itu, DJP bakal “ngecap” mereka jadi pemungut PPN PMSE.
Dan fun fact, daftar perusahaan pemungut ini tuh terus nambah tiap bulan.
Dari awal cuma segelintir kayak Netflix dan Google, sekarang udah puluhan bahkan nyentuh ratusan perusahaan — dari e-commerce global sampai platform SaaS kecil yang lo mungkin baru denger namanya.


4. Kenapa Sih Harus Ada PPN PMSE?

Coba lo pikir deh:
Kalau lo beli sepatu di mall, toko itu bayar PPN 11% ke pemerintah. Tapi kalau lo beli sepatu digital (eh maksudnya langganan skin di game atau software luar negeri), siapa yang bayar pajaknya?

Nah, biar adil dan gak ngebunuh pelaku bisnis lokal, pemerintah nyamain perlakuannya: semua produk dan jasa digital, lokal maupun asing, kena pajak yang sama.
Ini bukan cuma soal “pajak biar negara dapet duit” — tapi juga soal level playing field.
Karena sebelum ada aturan ini, perusahaan digital luar negeri kayak Google atau Netflix bisa jualan di Indonesia tanpa bayar pajak ke sini.
Sekarang, game-nya berubah.


5. Update Aturan Terbaru: PMK 81 Tahun 2024

Buat lo yang main di dunia bisnis digital, lo wajib tau aturan ini.
PMK 81/2024 ini basically ngerombak sistem lama biar lebih digital-friendly dan nyatuin semuanya lewat sistem yang namanya SIAP (Sistem Inti Administrasi Perpajakan).

Poin pentingnya ada beberapa:

  • Semua PPMSE wajib pakai portal elektronik DJP buat pelaporan dan pembayaran.
  • Ada yang namanya Akun Wajib Pajak — semacam dashboard pribadi buat kelola dokumen pajak digital lo.
  • Dokumen pajak kayak faktur, invoice, dan billing bisa ditandatangani pake tanda tangan elektronik tersertifikasi.
  • Deadline pembayaran PPN PMSE diseragakan: setiap tanggal 15 bulan berikutnya.
  • Buat pelaku usaha digital tanpa kantor fisik? Virtual office sekarang bisa diakui secara resmi sebagai tempat usaha.

6. Bukti Pungut PPN PMSE Itu Apa?

Oke, jadi gini.
Kalau di dunia bisnis biasa, bukti pungut PPN itu namanya Faktur Pajak elektronik.
Nah, di dunia PMSE, tergantung siapa pelakunya.

  • Kalau PPMSE-nya dari dalam negeri, mereka tetep pakai Faktur Pajak elektronik kayak biasa.
  • Tapi kalau PPMSE-nya luar negeri, mereka boleh pakai dokumen sejenis kayak commercial invoice, billing, order receipt, atau dokumen lain yang sejenis.

Dan itu sah dianggap sebagai bukti pungut pajak.
Jadi kalau lo beli Spotify Premium dan di invoice-nya ada tulisan “VAT (11%) included” — itu udah termasuk PPN PMSE.


7. Cara Input Dokumen PPN PMSE di e-Faktur

Nah, ini bagian yang sering bikin pusing.
Banyak pelaku usaha yang bingung, gimana cara input dokumen PMSE di sistem e-Faktur?
Padahal gampang banget, asal tau langkahnya.

Step by step-nya begini:

  1. Login ke aplikasi e-Faktur lo (pastikan udah versi terbaru).
  2. Masuk ke menu “Dokumen Lain Pajak Masukan.”
  3. Isi data transaksi dari invoice PPMSE yang lo terima — nama perusahaan, NPWP (kalau ada), nilai transaksi, dan nominal PPN-nya.
  4. Upload dokumen pendukung (invoice digital / billing PDF).
  5. Simpan dan submit ke sistem.

Kalau udah, sistem bakal otomatis masukin data itu sebagai pajak masukan lo — bisa dikreditkan sesuai ketentuan.


8. Siapa Aja Nih yang Udah Masuk Daftar Pemungut PPN PMSE?

Daftar ini terus update tiap bulan, tapi beberapa nama yang pasti udah masuk list besar antara lain:

  • Google Asia Pacific Pte. Ltd.
  • Netflix International B.V.
  • Meta Platforms Ireland Ltd.
  • Spotify AB
  • TikTok Pte. Ltd.
  • Apple Distribution International Ltd.
  • Shopee Singapore Private Limited
  • Amazon Web Services Inc.
  • Adobe Systems Software Ireland Ltd.
  • Steam (Valve Corporation)

Dan masih banyak lagi yang nyusul tiap bulannya.
Pemerintah juga sering rilis update list ini lewat situs Badan Kebijakan Fiskal dan Direktorat Jenderal Pajak.

baca juga


9. Apa Dampaknya Buat Konsumen & Pebisnis?

Buat konsumen, efeknya simpel: harga yang lo bayar udah termasuk PPN 11%. Jadi gak perlu bingung, gak ada biaya tambahan yang tiba-tiba nongol.

Buat pelaku bisnis digital, terutama yang jualan lewat platform internasional, ini penting banget. Karena lo bisa aja kena kewajiban buat pungut dan setor pajak kalau udah memenuhi syarat tertentu.
Dan kalau lo gak ngikutin, bisa kena sanksi administratif bahkan denda — yang nominalnya gak main-main.

Jadi lebih baik ngerti dulu, patuh dari awal, daripada kena tegur DJP belakangan.


10. The Bigger Picture: Pajak Digital = Masa Depan Ekonomi

Kita hidup di era di mana transaksi udah gak kenal batas negara.
Lo bisa jualan template ke orang Singapura, beli font dari Amerika, atau langganan tools SaaS dari Eropa — semua lewat satu klik.

Dan aturan pajak kayak PPN PMSE ini tuh bukan buat nyusahin, tapi justru buat ngebentuk fairness baru di ekonomi digital global.
Negara-negara lain udah duluan ngelakuin ini — dari Uni Eropa, Jepang, Australia, sampai Korea Selatan.
Indonesia sekarang catching up.

Jadi buat lo yang main di dunia digital, ngerti cara kerja PPN PMSE tuh bukan cuma soal compliance, tapi soal smart business move.


Kesimpulan: Jangan Cuma Transaksi, Tapi Ngerti Mekanismenya

PPN PMSE tuh basically sistem buat nyamain “main field” antara bisnis konvensional dan digital.
Biar yang jualan fisik dan yang jualan digital sama-sama kontribusi buat ekonomi negara.

Lo gak perlu takut atau bingung — selama lo ngerti aturannya dan tahu gimana cara input dokumennya, semuanya bisa lo kelola dengan mudah.
Dan yang paling penting, sekarang sistemnya makin digital-friendly, makin gampang diakses, dan makin efisien.

So yeah, era baru perpajakan digital udah di depan mata.
Dan lo — generasi digital native — harus jadi bagian dari yang ngerti, bukan yang cuma kena efeknya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *